Di Era Modern Seperti Sekarang, Banyak Orang Menganggap Kesuksesan adalah Menjadi Dokter, Arsitek, Guru, dan Lainnya
Anggapan ini mendorong generasi muda untuk kurang tertarik menjadi petani muda. Jika diteliti secara mendalam, pertanian adalah sektor yang sangat penting dalam ekonomi dan perdagangan.
Bagi generasi muda saat ini, menjadi petani muda bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Ilmu dan informasi pertanian tidak hanya bisa didapatkan dari sekolah, tetapi juga dapat diakses melalui internet.
Jika kaum muda ingin menjadi petani muda, tetapi belum pernah menanam atau memelihara ternak sebelumnya, artikel ini akan membantu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan.
Mulai Menjadi Petani Muda dari Nol
Menjadi petani tidak instan, ada banyak hal yang perlu dipelajari dan dilakukan, apalagi jika Anda memulainya dari awal tanpa pengalaman bertani sebelumnya.
- Bangun Motivasi Anda
Pertanian membutuhkan banyak usaha dan tanggung jawab yang besar. Anda perlu menentukan atau membangun motivasi mengapa Anda tertarik untuk menjadi petani. Ketika memulai dari awal, mungkin akan memakan waktu lebih lama dibandingkan mereka yang sudah memiliki pengetahuan tentang pertanian. Oleh karena itu, Anda perlu motivasi dan menentukan apa yang membuat Anda tertarik pada pertanian, serta harus sabar dan menikmati prosesnya. - Pilih Jenis Pertanian
Pada dasarnya, pertanian terbagi menjadi dua kategori: pertanian atau perkebunan dan peternakan. Produk dari pertanian atau perkebunan meliputi biji-bijian atau sereal, sayuran, tanaman buah, dan bahkan produksi jerami dan silase. Sementara itu, produk dari peternakan meliputi produksi sapi potong atau sapi perah, produksi ayam petelur atau pedaging, produksi lebah madu, dan sebagainya. Anda perlu menentukan fokus dalam bertani untuk menetapkan arah dan tujuan ke depan. - Lakukan Riset Sebanyak Mungkin
Carilah sumber pengetahuan sebanyak mungkin dari mana saja. Belajarlah dari buku-buku pertanian atau artikel di internet, video pembelajaran tentang pertanian, di mana saja yang dapat diakses. Dalam melakukan riset, selain mempelajari tentang produk pertanian dan metode bertani, lakukan juga riset pasar dan risiko pasar untuk mengetahui lebih banyak tentang seluk-beluk pertanian. - Temui Petani Berpengalaman
Selain mencari pengetahuan melalui buku dan internet, Anda juga harus bertemu dengan petani yang berpengalaman. Temui petani yang memiliki bidang pertanian yang sama dengan yang ingin Anda tekuni. Carilah mentor di bisnis pertanian dengan menghubungkan diri dengan petani yang berpengalaman. - Lihat Lokasi Perkebunan
Tidak diragukan lagi, ketika menjalankan usaha pertanian, Anda memerlukan lahan untuk bertani. Mungkin bagi mereka yang tinggal di perkotaan, akan sulit menemukan lokasi karena keterbatasan area. Cobalah mencari atau survei lokasi yang cocok digunakan sebagai kebun berdasarkan bidang pertanian yang Anda pilih.
Menjadi Petani Muda Pemula
Setelah mengambil langkah-langkah untuk menjadi petani muda dari awal, tahap selanjutnya adalah belajar langsung di lapangan untuk menjadi petani muda pemula. Apa yang perlu Anda lakukan untuk belajar menjadi petani pemula?
- Belajar Bekerja sebagai Buruh Tani
Langkah pertama untuk menjadi petani berpengalaman jelas dimulai sebagai petani pemula. Cobalah menawarkan layanan Anda untuk bekerja di pertanian atau perkebunan sebagai buruh atau pekerja di lahan pertanian milik orang lain. Dari sana, Anda dapat belajar lebih banyak tentang seluk-beluk pertanian dan kondisi lapangan. - Ikuti Program Pelatihan Petani Pemula
Seperti halnya karir lain, semua dimulai dari bawah. Menjadi petani andal dimulai dari bawah. Cobalah mencari program pelatihan untuk menjadi petani. Dalam hal ini, pemerintah menyelenggarakan program-program yang mencakup pertanian melalui dinas pertanian pemerintah daerah. Anda juga dapat menemukan referensi tentang pertanian di laman Yayasan Agri Sustineri Indonesia (YASI). - Siap Bekerja Lebih dari 8 Jam Sehari
Saat musim panen, jelas bahwa pekerjaan akan meningkat karena hasil panen harus disimpan dan dikelola dengan baik sebelum cuaca atau hal buruk muncul. Pekerjaan tambahan saat panen membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan, dan Anda akan berada di kebun atau ladang lebih lama dari biasanya. Petani yang berpengalaman tidak akan mengeluh tentang hal ini karena musim panen adalah waktu untuk merayakan hasil dari proses yang panjang. - Belajar Menghadapi Masalah
Dalam bekerja di bidang pertanian, tidak hanya berurusan dengan menanam dan memanen. Ada banyak hal dan masalah, seperti perawatan mesin pertanian, pengolahan lahan, pembersihan area pertanian, dan masalah lainnya. Seringlah bertanya kepada mentor Anda tentang masalah yang dihadapi dan cara mengatasinya. Masalah yang dihadapi saat terjun langsung ke lapangan tidak dapat dengan mudah dipelajari dari sumber lain seperti buku, internet, dan sebagainya. Anda perlu menghadapinya secara langsung dan mengalami sendiri dalam proses menjadi petani muda. - Semangat untuk Belajar Hal Baru
Setelah mencoba langsung ke lokasi pertanian, Anda mungkin menemukan banyak hal baru yang belum pernah Anda lihat sebelumnya. Hal-hal seperti menyemprotkan pestisida pada tanaman, membersihkan tanah, menerapkan pupuk, membajak lahan, menggunakan alat pertanian, dan sebagainya. Pelajari cara melakukan hal-hal baru ini dengan baik dan jangan ragu bertanya kepada mentor Anda jika tidak tahu cara melakukannya. - Kenakan Pakaian Petani
Saat bekerja, seorang petani membutuhkan pakaian yang sesuai, aman, dan nyaman untuk dipakai. Seorang petani juga mengenakan pakaian yang cocok untuk bekerja di ladang, seperti kaos, jeans, sepatu bot, topi, sarung tangan, dan biasanya dilengkapi dengan pakaian kerja. - Belajar Mengelola Hasil Panen
Penghasilan seorang petani berasal dari hasil panen produk pertaniannya. Selain belajar cara bertani, Anda juga perlu belajar manajemen hasil panen, strategi penjualan, target pasar, dan manfaat dari produksi pertanian Anda.
Dengan penjelasan di atas, saatnya bagi Anda untuk berlatih. Generasi muda saat ini perlu melihat pertanian sebagai pilihan profesi, mengingat pertanian adalah sektor utama dalam memenuhi kebutuhan sumber daya dan ekonomi.
Lalu, apakah Anda siap untuk menjadi petani muda?





