Petani muda yang sukses di Indonesia tentu tidak merasa rendah diri. Tidak dapat dipungkiri bahwa masih sedikit pemuda yang ingin menjadi petani muda yang sukses di Indonesia. Anda tidak perlu merasa malu jika ingin menjadi petani muda. Jika tidak ada petani, masyarakat tidak bisa makan dan tidak bisa mengolah berbagai makanan dengan bahan baku yang sehat.
Menjadi petani bukanlah sesuatu yang memalukan, asalkan generasi muda memahami prinsip-prinsip pertanian. Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan kekhawatirannya tentang masa depan sektor pertanian di Indonesia, di mana banyak lulusan pertanian yang memilih bekerja di kantor, misalnya sebagai pegawai bank. Kekhawatiran Presiden Jokowi cukup beralasan karena petani memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap ketahanan pangan nasional.
Yayasan Agri Sustineri Indonesia (YASI) akan menjelaskan lebih lanjut. Dalam data BPS (Biro Pusat Statistik) tahun 2013, dinyatakan bahwa sekitar 61 persen petani di Indonesia berusia di atas 45 tahun. Banyak generasi milenial yang menganggap profesi petani kurang menarik dan memiliki masa depan yang suram dibandingkan profesi lainnya.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan pangan juga meningkat. Lalu siapa yang akan menyediakannya jika bukan petani?
Tips Menjadi Petani Muda yang Sukses di Indonesia
Tips pertama, tentu saja, adalah memulai. Milenial sebenarnya lebih kreatif daripada generasi sebelumnya, tetapi ide tersebut hanya ada dalam pikiran mereka. Tips kedua, ambil ide yang tidak biasa. Amati peluang yang ada dan segera bertindak. Manfaatkan teknologi untuk memudahkan pekerjaan sebagai petani cerdas. Salah satunya adalah dengan mengajak petani lain dan berbagi pengetahuan agar kesuksesan tidak hanya diraih untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.
Petani Muda yang Sukses di Indonesia dengan Dukungan Teknologi
Fenomena yang semakin berkembang adalah antusiasme generasi milenial untuk bergabung dengan sektor pertanian menjadi energi baru bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Regenerasi pertanian yang telah menjadi isu menakutkan perlahan namun pasti terjawab dengan berkembangnya petani milenial yang tidak hanya bergerak di sektor hilir tetapi juga di sektor hulu.
Apa yang diketahui masyarakat adalah bahwa petani milenial aktif hanya dalam bisnis pasca-panen. Namun faktanya, banyak generasi milenial yang terlibat langsung dalam proses budidaya. Isu regenerasi petani tidak hanya dihadapi oleh Indonesia tetapi hampir semua negara di dunia menghadapi isu yang sama. Faktor psikologis dan ekonomi menjadi alasan utama mengapa generasi muda masih enggan bergabung di sektor pertanian.
Ada stigma bahwa petani masih dianggap pekerjaan kelas bawah dan pendapatan di sektor pertanian lebih rendah dibandingkan dengan sektor non-pertanian. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, milenial semakin tertarik untuk terjun di bidang pertanian. Mereka tahu bahwa di balik tantangan tersebut, pendapatan yang dapat diperoleh dari pertanian dengan menjadi petani muda yang sukses di Indonesia sangat menjanjikan.
Karakteristik petani muda adalah adaptif terhadap perkembangan teknologi dan inovatif. Banyak hal baru yang berhasil diterapkan oleh mereka, memecahkan kebuntuan dalam pengembangan usaha pertanian dan yang terpenting adalah menciptakan pasar potensial baru. Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini setidaknya ada 2,7 juta petani termasuk petani milenial dari total 33 juta petani di Indonesia.
Selain berusia muda, di bawah 39 tahun, mereka yang dikategorikan sebagai petani milenial adalah petani dengan latar belakang pendidikan minimal lulusan SMA, inovatif, dan adaptif, khususnya dalam optimalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta kreatif dalam memanfaatkan mesin dan alat-alat pertanian.
Oleh karena itu, berbagai kreativitas petani milenial pun muncul, misalnya saat pandemi.
Beberapa Prinsip Petani Muda yang Sukses di Indonesia
Berikut adalah beberapa prinsip bagi para calon petani muda yang sukses di Indonesia yang telah dirangkum oleh Yayasan Agri Sustineri Indonesia (YASI).
- Terus Berinovasi
Inovasi adalah prinsip utama dalam mencapai kesuksesan bagi petani muda, baik dari segi teknologi maupun pengetahuan pembibitan. Menciptakan hal-hal baru yang lebih maju tentu membutuhkan kreativitas tinggi dari petani itu sendiri. Kreativitas penting dalam produksi pertanian agar lebih efisien dan efektif untuk meningkatkan kesejahteraan petani. - Harus Memiliki Semangat
Semangat untuk sukses harus tertanam dalam diri siapa pun yang ingin sukses, termasuk petani. Di usia muda, milenial yang ingin menjadi petani harus bekerja keras dalam mengembangkan sektor pertanian, produktif, disiplin, menghargai waktu, dan optimis terhadap hasil yang akan dicapai. - Memperluas Pasar Sasaran
Petani harus mengetahui jangkauan pasar sasaran. Mengetahui pasar sasaran penting bagi petani untuk mengoptimalkan penjualan produk. Di era milenial saat ini, memperluas pasar sasaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi untuk mencakup seluruh Indonesia, bahkan dunia. - Menghasilkan Produk Berkualitas
Kualitas produk adalah hal utama yang penting dalam bertani. Untuk produk yang berkualitas, petani harus rajin dalam mengelola/membudidayakan lahannya dengan mempertimbangkan bahwa harga pasar akan ditentukan oleh kualitas produk. - Mengubah Keadaan Menjadi Peluang
Petani di Indonesia sering bertani berdasarkan musim dan popularitas produk pertanian.





